
Tulang bawang barat| Pengelola pasar malam kirim hak koreksi ditujukan kepada tiga media online yang memuat oknum penjaga wahana rumah hantu Pasar Malam tiyuh Pulung Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) Kabupaten Tulang Bawang Barat diduga melakukan pelecehan seksual terhadap gadis Abg anak di bawah umur.
RUANG PUBLIK

Baca berita selanjutnya….
Melalui surat pada tanggal 13 November 2023, yang disampaikan oleh pengelola pasar malam bernama Jon Aryadi kepada redaksi media online Trienews.id, Suarapedia.id, dan Sigernusantara.net menyampaikan hak jawab dan koreksinya sebagai berikut :
- Kami Pengelola Pasar Malam di Lapangan Tiyuh Pulung Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) merupakan usaha Pasar Malam Rakyat yang bertujuan memberikan hiburan kepada masyarakat setempat sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat di sekitar Pasar Malam.
Karena itu dalam operasionalnya kami memberdayakan masyarakat setempat termasuk Wahana Rumah Hantu, dimana Pameran Hantu dan pengiring/pengawas pengunjung adalah masyarakat/pemuda tempatan.
- Kami sangat mendukung Kebebasan Pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat karena kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis.
Termasuk mendukung Insan Pers dalam menjalankan tugasnya mencari dan menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
- Kami menilai pemberitaan tentang pasar malam yang dimuat media-media di atas, mencapur adukan fakta dan opini sehingga merugikan kami sebagai pihak pengelola Pasar Malam. Pada hal Pasal 2 Kode Etik Jurnalistik menyebutkan Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
- Pasal 2 Kode Etik Jurnalistik menyebutkan Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik, cara-cara Profesional salah satunya adalah menunjukan atau minimal menyebutkan identitas sebagai pers saat mewawancarai/menkonfirmasi nara sumber dan Kami (Surya) yang disebutkan dalam pemberitaan merasa tidak pernah diwawancarai/Dikonfirmasi media manapun juga.
Ini juga menunjukan tidak pernah ada konfirmasi apapun terkait pemberitaan di atas.
- Pemberitaan yang terbit di media-media bapak/ibu, secara serentak dalam waktu yang tak jauh berbeda juga diterbitkan sejumlah media online lainnya.
Kami menduga terbitnya berita yang sama di media-media lainnya atas arahan seseorang, sebagai upaya mendeskreditkan kami dan menyampaikan ujaran kebencian agar pemangku kepentingan lainnya serta calon pengunjung menilai negatif kepada kami.
- Tudingan adanya dugaan pelecehan terhadap pengunjung dalam pemberitaan di media bapak/ibu dapat kami sampaikan sebagai berikut :

