
Lampung Tengah – Jiwa kemandirian pak Giono dari Lampung Tengah yang bertahun tahun malang melintang berdagang bakso asongan di Jakarta, Bali, Jogjakarta, NTB sebagai pejuang ekonomi keluarganya menjadi inspirasi dan motivasi. Sejak berkelana berdagang di luar daerah kini telah menetap berjualan bakso kuah dilokasi pedagang kaki lima (PKL) belakang masjid istiqlal Bandarjaya Lampung Tengah sejak tahun 2020 yang gigih dan ulet. Walau banyak persaingan perdagangan kuliner, prinsip keyakinannya bahwa rezeki tidak akan tertukar dan yang terpenting baginya adalah sabar dan tekun serta bekerja untuk ibadah.

Menurut ceritanya, dagang bakso sudah menjadi pekerjaanya ketika masih bujang melalang buana ke antar daerah untuk mencari pengalaman. Awalnya belajar berdagang dan membuat bakso dari ikut orang dijakarta jualan asongan bakso arema malang. Dari bekal tersebut akhirnya dapat pengetahuan dan pengalaman lalu berusaha mandiri untuk membuat usaha bakso kosongan yang diproduksi sendiri bersama keluarganya kini banyak digemari pelanggannya. “Jangan lupa mampir di bakso gerobak saya bagi yang belum pernah mencobanya bisa beli dibungkus atau dimakan ditempat dengan harga ekonomis,” kata pak Giono yang berpenampilan sederhana

