Penikmat Coffee : Kopi Cap Eka Jempol Kejar Target Produksi Permintaan Pasar Menjelang Hari Idul Fitri

Produk bubuk kopi Cap Eka jempol sudah dapat meraih pangsa pasar yang cukup bagus di masyarakat pecinta kopi. Ini terbukti ketika dilakukan monitoring dibeberapa retail dan pecinta penikmat kopi Cap Eka SWM.

Kopi merupakan minuman yang sangat merakyat. Sejak dahulu kopi sudah menjadi sajian yang membudaya dari desa hingga kota. Tidak dipungkiri penikmat kopi jumlahnya semakin bertambah di masyarakat. Penjualan dan Penikmat kopi merata dimana mana ada di warung sederhana hingga resto berkelas.  Jadi prospektif peluang bisnis kopi masih terbuka lebar bagi wirausaha.

Angga pelaku kewirausahaan yang terjun di bisnis bubuk kopi Cap Eka Jempol Lampung Tengah yang menjalankan produksi bubuk kopi di rumahan berusaha mebranding produknya dengan beberapa jenis sajian bubuk kopi herbal tanpa campuran bahan bahan berbau kimia. Banyak jenis produk kopi di zaman sekarang yang di buat oleh pabrikan atau usaha rumahan (UMKM) dengan berbagai macam citra rasa alami maupun citra rasa mix.

Mencermati penggemar kopi yang tertebar  di setiap wilayah daerah secara nasional sangat produktif.  Melansir jumlah peminum kopi menurut data International Coffee Organization (ICO), konsumsi kopi global mencapai 166,35 juta kantong berukuran 60 kilogram pada periode 2020/2021. Jumlah itu meningkat 1,3% dibandingkan periode sebelumnya yang sebanyak 164,2 juta kantong berukuran 60 kilogram. Artinya perkembangan penikmat kopi hingga saat ini di prediksi semakin bertambah prosentasrnya.

Menengok jenis produk bubuk kopi Cap Eka yang diproduksi oleh Angga pengusaha usaha bisnis ini memaparkan produknya  kopi eka jaya sangat konomis harganya yang di buat dari campuran kopi dan jagung disertakan rempah2 , seperti kayu manis, daun Suji. Resep leluhur antara Lampung dan Makasar. Kopi Matra robusta   di dibuat dengan bahan baku murni dan sistem rosting 200 derajat untuk menghasilkan kopi levet light medium.

Disisi lain Angga juga menjelaskan untuk edukasi. Kopi Joni 1960 pinang adalah kopi yang diwariskan dari leluhur tanah lado Lampung seperti kopi lanang kesehatan  dengan resep rempah – rempah perpaduan kopi ,pinang muda, serta rempah rempah  warisan. Kami lebih memilih dalam produksi bubuk kopi saser siap saji dengan memakai bahan gula aren  SWM. Gagasan bubuk kopi gula aren ini hadir di masyarakat dengan mencermati banyaknya keluhan kesehatan khususnya penyakit maag dan gula darah yang hampir kalau kita menginjakkan kaki ke RS atau pun dokter banyak diderita oleh pasien yang sedang berobat. Jadi bisa diambil kesimpulan gula aren SWM lah solusi sehat.

Disini kami memproduksi bubuk kopi  SWM dapat menjadi pilihan sebagai produk SEHAT. Dengan Jargon tinggalkan gula tebu anda untuk kembali ke gula para leluhur dan wali. Insaalloh sehat dan menyehatkan”, Pungkas Angga. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *