Seharusnya, melalui sewa ruko, di tambahan uang salar, kebersihan, dan keamanan, serta di tambah uang parkir. Lebih dari bisa untuk sekedar memperbaikian atap yang bocor.
“Untuk itu hal ini perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah. Karena kalau tidak, lama – lama pasar ini akan sama kasusnya dengan pasar Panaragan akan banyak di tinggalkan penghuninya,” tegasnya.
Terpisah ketua organisasi pers PWRI TUBABA Rico Rivaldi,S.H menegaskan dirinya berharap aparat penegak hukum (APH) dapat melakukan langkah tegas terkait kondisi Pasar Daya Murni yang sangat memprihatinkan ini.
“Saya berharap APH terkait dapat melakukan audit kemana larinya anggaran dari pasar ini baik dari sewa ruko, keamanan, kebersihan, salar, dan uang parkir, dan dapat menindak tegas oknum – oknum yang melakukan penyimpangan anggaran,” singkatnya.
Sementara hingga berita ini di turunkan Kepala UPTD Pasar Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan belum bisa di konfirmasi karena sedang tidak berada di kantor dan saat di hubungi Via Ponselnya melalui WA juga tidak ada jawaban. (*)

