Menurutnya, kemajuan teknologi membuat kebebasan pers semakin dinamis, namun juga rentan. “Saat ini kebebasan pers juga sangat maju, hanya dalam 1 detik, media sudah bisa viral kemana mana, Dan yang terpenting pers adalah pilar demokrasi dalam bernegara seperti ini. Kita bisa membayangkan apabila pers itu diam, apabila ada ketidakadilan di suatu daerah, misalnya Ambon, dan kita diam,” tambahnya, mengilustrasikan risiko jika pers tidak berfungsi sebagai pengawas.
Otto menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung peran jurnalis. “Pemerintah sangat mendukung dan dinamisme mereka harus kuat karena harus ada kritik membangun,” katanya, seraya menyerukan perlindungan lebih kuat terhadap profesi jurnalis untuk menjaga demokrasi yang sehat.
Belakangan laporan berbagai kasus kekerasan terhadap wartawan di lapangan masih terus terjadi, sering kali terkait peliputan isu sensitif. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menekan angka kekerasan tersebut. ( ARSD )

