Ia juga mengkritik keras kampanye hitam yang menyerang dirinya dan institusi yang berwenang. “Kelompok seperti ini menunjukkan pola pikir yang tidak dewasa, bahkan melecehkan lembaga medis dan KPU. Kebencian seperti ini tidak membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Frederick juga menyinggung penggunaan anggaran SILVA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang besar namun kurang optimal dalam pemerintahan sebelumnya. Ia menyatakan bahwa panjangnya gelar akademik bukan jaminan keberhasilan dalam melayani masyarakat, apalagi jika terlibat dalam kasus korupsi. “Yang terpenting adalah ketulusan dan kejujuran untuk menjadi pelayan masyarakat,” tambahnya.
Visi dan Misi untuk Kutai Barat yang Lebih Baik
Pasangan FENA menyampaikan berbagai program unggulan yang bertujuan untuk membawa Kutai Barat ke arah yang lebih maju dan sejahtera. Infrastruktur menjadi perhatian utama, terutama perbaikan dan peningkatan kualitas jalan di kabupaten, kota, dan kecamatan yang selama ini terabaikan.
Selain itu, mereka berkomitmen untuk memberdayakan sektor pertanian, perkebunan, nelayan, dan usaha mikro. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Di bidang pendidikan, FENA berjanji untuk memperluas akses beasiswa bagi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
“Beasiswa bukan hanya untuk keluarga atau kerabat tertentu, tetapi untuk semua yang berhak mendapatkannya. Kami ingin mencetak generasi muda Kutai Barat yang cerdas dan kompeten,” jelas Frederick, disambut sorakan dukungan dari warga.
Kampanye ini sekaligus menjadi ajang bagi FENA untuk menegaskan tekad mereka membawa perubahan besar bagi Kutai Barat. Dengan dukungan masyarakat yang semakin kuat, pasangan ini optimis mampu mewujudkan visi dan misi mereka untuk kemajuan daerah.
(LF)

