Anggota TNI Lakukan Fogging Untuk Cegah Demam Berdarah di Desa Bringin

Maka dalam hal ini harus didukung oleh langkah lain, seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Selain fogging, kita harus tetap rutin melakukan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” tegasnya.

Harapan dalam kegiatan fogging yang dilakukan di Desa Bringin diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan.

Pihak Desa akan terus memantau perkembangan di lapangan dan siap menggalang kegiatan serupa jika diperlukan.

“Kita tidak boleh lengah, apalagi sekarang musim hujan mulai intens. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkala. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan agar bebas dari penyakit,” ungkapnya.

Kegiatan fogging ini juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat pemerintah, khususnya TNI.

Sinergi ini dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari ancaman penyakit.

Langkah Preventif yang Harus dilakukan sebagai tambahan, masyarakat Desa Bringin diingatkan untuk terus waspada dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan :

  1. Menguras dan Membersihkan Tempat Penampungan Air: Genangan air adalah tempat utama nyamuk berkembang biak. Pastikan tempat seperti bak mandi, ember, atau drum air dikuras secara rutin.
  2. Menutup Rapat Tempat Penyimpanan Air: Dengan menutup tempat penyimpanan air, nyamuk tidak memiliki akses untuk bertelur.
  3. Mengubur atau Mendaur Ulang Barang Bekas: Barang-barang yang tidak terpakai seperti botol, kaleng, atau ban bekas sebaiknya segera dibuang atau didaur ulang agar tidak menjadi tempat bertelur nyamuk.
  4. Memasang Kelambu atau Menggunakan Obat Anti Nyamuk: Langkah ini efektif untuk melindungi keluarga, terutama anak-anak, dari gigitan nyamuk saat tidur.

Dengan pentingnya kolaborasi dan kesadaran bersama melalui kegiatan fogging ini, masyarakat Desa Bringin telah menunjukkan pentingnya kerja sama dalam mencegah wabah penyakit.

Semangat gotong – royong yang ditunjukkan oleh warga dan dukungan dari TNI membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang baik, ancaman penyakit seperti Demam Berdarah dapat diminimalkan.

“Dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi semua warga.

Kami harap, kegiatan ini menjadi awal dari kesadaran kolektif yang terus terjaga,” ucap Sertu Aris.

Melalui langkah ini, Desa Bringin menjadi contoh nyata bagi daerah lain dalam menghadapi musim hujan dan risiko kesehatan yang menyertainya.

Semoga inisiatif ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk melakukan hal serupa, demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari ancaman Demam Berdarah.(@Gus Kliwir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *