Mahfud MD: Salah mengelola demokrasi, membunuh demokrasi

Jakarta | Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD merasa lebih baik ia berada di luar pemerintahan. Sebab, saat Pemilihan Presiden 2024 ia adalah lawan dari presiden yang sekarang terpilih: Prabowo Subianto. Menurutnya, pada tahun 2014 pun ia memilih untuk tidak masuk ke dalam eksekutif, karena pada Pilpres 2014 itu ia adalah Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto–Hatta Rajasa. Etika semacam ini, menurutnya, penting.

Pada Beranda Politik edisi ini, Mahmud MD bercerita bagaimana RUU Perampasan Aset dan RUU Pembatasan Uang Kartal diganjal di DPR. Artinya, tidak disetujui oleh partai-partai politik. Problem ini, bersama-sama dengan pelbagai masalah lain yang mempersempit perkembangan demokrasi ke arah kesejahteraan rakyat akan bertumpuk pada pemerintahan 2024-2029.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *