Perhimpunan UKM Indonesia Ingatkan Pemerintah Jokowi Antisipasi Efek Resesi Ekonomi Dunia

DGNews | Perhimpunan UKM Indonesia berharap Pemerintahan Jokowi di sisa kepemimpinan yang akan berakhir, untuk fokus pada penguatan UMKM, sektor ril dan Industri Kecil Menengah (IKM). Bagaimanapun para pelaku UMKM, UKM dan IKM adalah sektor yang bisa bertahan di tengah krisis apapun, krisis moneter, pandemi Covid-19 dan terdampak resesi ekonomi dunia.

Saat ini ancaman resesi ekonomi efek dari krisis moneter dan ketidakpastian global akibat perang Ukrania-Rusia, Israel-Palestina dan Timur Tengah, akan mempengaruhi perekonomian Indonesia.

“Akan ada efek akibat terjadi kenaikan harga dollar terhadap rupiah yang mencapai 16.257. Kami berharap pemerintah di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Koperasi dan UKM segera membuka akses seluas-luasnya di bidang perbankan, digital dan permodalan. Agar UMKM menjadi penyokong, jika benar-benar terjadi gelombang besar resesi ekonomi,” kata Syafrudin Budiman SIP Ketua Umum Perhimpunan UKM Indonesia (PUKM-Indonesia) kepada media, Selasa (9/7/2024) di Jakarta.

Menurut Syafrudin, berdasar data Bloomberg, Senin, 8 Juli 2024, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp16.257 per USD. Dimana mata uang Garuda tersebut naik 20 poin atau setara 0,12 persen dari posisi Rp16.277 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Selain itu data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona hijau pada posisi Rp16.250 per USD. Rupiah naik 25 poin atau setara 0,15 persen dari Rp16.275 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *