Dubes Rusia Adakan Acara Media Gathering dan Buka Puasa Bersama Pekerja Media

Jakarta – Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Mr. Sergei Tolchenov, menyelenggarakan acara Media Gathering dan Buka Puasa Bersama di Kediaman Dubes Rusia, Jl. Denpasar, Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Maret 2025. Hadir mendampingi Dubes Rusia, selain Deputy Chief of Mission, H.E. Ms. Veronika Novoseltsera, juga terlihat Atase Bidang Pers dan Media, H.E. Mr. Alexander Tumaykin serta H.E. Mr. Anton Tikhomirov.

Sementara itu dari kalangan media dan organisasi pers, hadir Ketua Umum Persatuan Pewarta Warta Indonesia, Wilson Lalengke, bersama beberapa jajaran pengurus dan anggota PPWI Nasional. Selain dari PPWI, juga hadir lebih dari seratus wartawan nasional dan beberapa dari media internasional.

Acara yang dimulai pukul 17.00 wib tersebut diawali dengan pemaparan Dubes Sergei Tolchenov tentang hubungan yang terlajin baik selamat tidak kurang dari 75 tahun antara Rusia dengan Indonesia. Selama lebih dari tujuh dekade sejak hubungan diplomatik pertama kali terjalin pada 3 Februari 1950, Indonesia dan Rusia terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor. Kemitraan antara kedua negara tidak hanya didasarkan pada kepentingan ekonomi dan politik, tetapi juga nilai-nilai bersama yang mencerminkan rasa saling menghormati budaya serta tradisi masyarakat masing-masing.

Sejak era Presiden Soekarno, Rusia (dulu Uni Soviet) telah menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam berbagai bidang, termasuk pertahanan, teknologi, pendidikan, dan budaya. Kedua negara sering bertukar pengalaman serta bekerja sama dalam berbagai proyek strategis.

“Indonesia dan Rusia memiliki pola pendekatan yang sama dalam menyikapi persoalan global, terutama dalam memperjuangkan dunia multipolar yang lebih adil di semua bidang kehidupan,” ujar Sergei Tolchenov di depan ratusan pekerja media nasional dan internasional yang hadir di acara tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, jelas Dubes Sergei Tolchenov, hubungan ekonomi Indonesia-Rusia semakin berkembang. Nilai perdagangan antara kedua negara terus meningkat, dengan Rusia menjadi salah satu sumber utama impor gandum dan komoditas energi bagi Indonesia. Sebaliknya, Indonesia mengekspor minyak kelapa sawit, kopi, dan produk pertanian lainnya ke Rusia.

Selain itu, Rusia juga aktif berinvestasi di sektor infrastruktur, transportasi, dan teknologi energi di Indonesia. Salah satu proyek yang tengah dibahas adalah potensi kerja sama dalam pengembangan energi nuklir untuk keperluan damai, yang dapat membantu Indonesia mencapai target ketahanan energi jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *